other homepage

Wednesday, January 16, 2013

Catatan Miss Alpukat

Ketika itu aku bertemu dengan seorang aktor yang tampan dan rupawan. Badannya semapai dan tinggi. Benakku mengira-ngira bahwa ia bukanlah seorang aktor. Ku berpaling sebentar ke arah jus alpukat di depanku dan melirik kembali kepada badan yang nampak atletis tadi. Ia duduk membelakangi arah kedatangannya. Dibandingkan dengan detik-detik sebelumnya, wajahnya terlihat lebih menawan....dan juga lebih dekat....dan tanpa ada ekspresi apa-apa. Seperti baju yang tak bermotif. Ia sesekali melihat ke arah jam. Sambil menjilat es krim mini dari salah satu produk terkenal di foodcourt, aku mengamatinya. Dan berakhir menjadi kekaguman. Ah.. idolaku...
Dan waktunya ia untuk beraksi. Matanya mengamati ke sekitar dan perlahan bola matanya menunduk. Ia membuka plastik serbuk dari kantung jasnya, lalu terhiruplah butir-butir halus itu. Pincingan mataku ku ulang berulang kali. Sampai pada ke pincingan yang terakhir mataku tak berdusta pada majikannya. Kembali mata ini menatap jus alpukat di dekatnya yang beberapa senti lagi akan habis. Es krim di tangannya sudah mulai mencair. Menjilatnya dengan pikiran penuh beban. Kini ia persis dengan seekor anjing. Hingga akhirnya pada menit terakhir ia di tempat itu, tak memberanikan diri untuk menoleh ke arah kanannya..

No comments:

Post a Comment