I want to see you, but I can't... How sad, these feelings...
I can't say it, but I want to.
I just keep letting my chance slip by.
But still ... But still ....
Together, let's spread our wings and
marathon across the sky; I want our dreams to be in unison
Hey look!
Catch You Catch You Catch Me Catch Me Wait up!
Look this way and say you like me.
Yeah! Nice to Meet You Good to See You Surely!
My thoughts will
fly, fly, fly into your heart!
They - will - not - get - lost!
Sometimes, my batteries just run dry.
But with your smile,
they're always fully charged, ready to explode.
Please ... Please ....
We're friends first, so
I want to smile, look at you, and have fun every day.
Hey look!
Catch You Catch You Catch Me Catch Me Absolutely!
It's our destiny. It suits us well.
Yeah! Nice to Meet You Good to See You Surely!
I won't give in to anyone. I'll be
No. 1, No. 1, No. 1, No. 1 in the world to you!
I'm - in - love - with - you!
Hey look!
Catch You Catch You Catch Me Catch Me Wait up!
Look this way and say you like me.
Yeah! Nice to Meet You Good to See You Surely!
My thoughts will
fly, fly, fly into your heart!
They - will - not - get - lost!
Hey look!
Catch You Catch You Catch Me Catch Me Absolutely!
It's our destiny. It suits us well.
Yeah! Nice to Meet You Good to See You Surely!
I won't give in to anyone. I'll be
No. 1, No. 1, No. 1, No. 1 in the world to you!
I'm - in - love - with - you!
Sunday, July 7, 2013
Friday, June 28, 2013
Lemme Introduce
Bisakah kita pergi ke masa lalu? Bisakah kita melampaui terbatasnya pertemuan itu? Bisakah kita bersenang-senang menyelami masa indah itu? Bisakah semua itu kita raih kembali? Akankah engkau melupakannya? Akankah engkau menertawakan kebodohanku? Akankah dirimu menyambut daku kembali? Seperti dahulu kala?
Ataukah kita akan kembali bersemi?
Merajut kasih dan belaian rasa cinta yang sudah lama terlupakan?
Rambutmu...
Hidungmu...
Punggungmu...
Tanganmu...
Bibirmu...
Setiap ucapanmu waktu itu membuatku terngiang dan merasakan betapa menakjubkannya masa lalu. Seolah tak ada hal lain yang kulakukan selain merenungkan itu semua. Ya... semua.. Aku ingat!
Sempat terdengar kabar yang tak ingin dirasakan. Namun semua rasa pahit menjalar begitu saja.
Bisa kau percaya atau tidak.. aku menyesal telah melupakanmu. Kau boleh tertawa setelah mendengarkanku. Tapi ingat, aku tak mau mengecewakan perasaanku lagi. Lagi.
Ataukah kita akan kembali bersemi?
Merajut kasih dan belaian rasa cinta yang sudah lama terlupakan?
Rambutmu...
Hidungmu...
Punggungmu...
Tanganmu...
Bibirmu...
Setiap ucapanmu waktu itu membuatku terngiang dan merasakan betapa menakjubkannya masa lalu. Seolah tak ada hal lain yang kulakukan selain merenungkan itu semua. Ya... semua.. Aku ingat!
Sempat terdengar kabar yang tak ingin dirasakan. Namun semua rasa pahit menjalar begitu saja.
Bisa kau percaya atau tidak.. aku menyesal telah melupakanmu. Kau boleh tertawa setelah mendengarkanku. Tapi ingat, aku tak mau mengecewakan perasaanku lagi. Lagi.
Saturday, June 1, 2013
Family's trip to Pangandaran Beach and Green Canyon (10-13 Mei 2013) part 1
JUM'AT, 10 MEI 2013
Perjalanan pulang menuju Jakarta dari puncak setelah menghabiskan malam-malam bersama teman-teman aku dari Dua Belas Sosial SMA 98 Jakarta. Sangat puas, sangat lelah, dan sangat mendebarkan. Sudah sekitar setahun bersama mereka, setidaknya ada rasa kepuasan menikmati indahnya puncak saat itu. Raga ini perlu istirahat dengan fasilitas nyaman rasanya. Dag... dig.... dug.... Tak sabar daku menanti!! Ini rasanya kali pertama keluarga aku melakukan perjalanan bersama dan BERPETUALANG! Ehemm... lanjut.
Perjalanan pulang pun sangat singkat aku ceritakan. Menempuh 1 jam di jalan. Di rumah, aku mendapati Ibu aku sedang packing seuntal perlengkapannya, begitu juga dengan kembaran aku. Karena begitu sangat lelahnya, aku memutuskan untuk rehat sejenak. Namun, Ibu aku melihat ke arah aku dengan senyum sepintas lalu melanjutkan kegiatannya kembali. Membalikkan mood-ku kembali. Dan charge diri aku sendiri. Tas neosack itu kubaringkan di samping tempat tidur. Kututup kedua kelopak mata ini, mengambil napas dalam. "Fuuuuhh~" desahku.
----
Tak lama kubangkitkan tubuhku. Membongkar semua peralatan dan perlengkapan semua dari dalam tas berwarna biru-keabu abuan itu. Dirasa sudah siap, aku bergegas mencari sepiring nasi dan setumpuk lauk pauk. Ya... aku lapaaaaarrrr!!
Malam
Ayahku sampai di rumah. Lalu disusul oleh Kak Yoan. Dari antara keluargaku, cuma Kak Ochal yang pulangnya paling telat dan paling tau tempat petulang kami ini. Hingga jam 9 malam, dia pun datang. Baju dan perlengkapan juga sudah disiapkan sedari pagi olehnya. Jam 10 resmi kami berangkat dari rumah.
Seven Deadly Sins
“Seven Deadly Sins
Wealth without work
Pleasure without conscience
Science without humanity
Knowledge without character
Politics without principle
Commerce without morality
Worship without sacrifice.”
― Mahatma Gandhi
Wealth without work
Pleasure without conscience
Science without humanity
Knowledge without character
Politics without principle
Commerce without morality
Worship without sacrifice.”
― Mahatma Gandhi
your destiny
“Your beliefs become your thoughts,
Your thoughts become your words,
Your words become your actions,
Your actions become your habits,
Your habits become your values,
Your values become your destiny.”
― Mahatma Gandhi
Your thoughts become your words,
Your words become your actions,
Your actions become your habits,
Your habits become your values,
Your values become your destiny.”
― Mahatma Gandhi
Wednesday, April 17, 2013
"Dia"
Dia seperti pelangi yang indah dipandang namun sulit disentuh
Dia seperti kupu-kupu yang indah dilihat namun sulit ditangkap
Dia seperti ombak yang indah didengar namun sulit diartikan
Dia bagaikan embun di pagi hari namun menyesakkan hati
Dia bagaikan sinar fajar yang cahayanya tak bisa tertangkap dan kurekam di belenggu
Dia bagaikan mutiara di dalam kerang namun keberadaannya tak kunjung ditemukan umat manusia
Dia... yang datang bagai angin... yang selalu membelai rambut... tapi keberadaannya tak terlihat
Dia seperti kupu-kupu yang indah dilihat namun sulit ditangkap
Dia seperti ombak yang indah didengar namun sulit diartikan
Dia bagaikan embun di pagi hari namun menyesakkan hati
Dia bagaikan sinar fajar yang cahayanya tak bisa tertangkap dan kurekam di belenggu
Dia bagaikan mutiara di dalam kerang namun keberadaannya tak kunjung ditemukan umat manusia
Dia... yang datang bagai angin... yang selalu membelai rambut... tapi keberadaannya tak terlihat
Thursday, February 28, 2013
semuanya
hai sang pujangga malam,
taklukanku dengan kata-katamu yang selalu menyihirku
sisipkanlah bait-bait yang dapat memabukanku itu
lantunkanlah dan perdengarkanlah aku pada setiap
nyanyian rembulan itu..bersamamu
taklukanku dengan kata-katamu yang selalu menyihirku
sisipkanlah bait-bait yang dapat memabukanku itu
lantunkanlah dan perdengarkanlah aku pada setiap
nyanyian rembulan itu..bersamamu
Saturday, February 16, 2013
teruntuk pujangga
biarkan semilir angin menyela di antara helaian rambutmu, bentangan awan menutupi pundakmu, tegarnya tanah menopang massa tubuhmu...dan biarkan aku menjadi jeritan hatimu selama ini
|
Wednesday, February 6, 2013
Hoshizora by L'Arc~en~Ciel (Indonesian version)
Yurameku kagerou wa yume no ato
(Udara yang panas berkilauan tetaplah sebuah mimpi)
Yami wo osorete nemuri yuku machi
(Kota yang takut pada kegelapan itu kini pergi tidur)
Chiisana yorokobi wa gareki no ue
(Kebahagiaan kecil diatas puing)
Hoshi wo miru boku wa doko de umareta
(Aku lahir disini, yang melihat bintang-bintang)
Nobody knows, nobody cares
I have lost everything to bombs
Nee azayakana yume miru sekai e to (Ya, dengan lembut memimpikan dunia)
Mezametara kawatte iru to yoi na (Jika aku terbangun dan segalanya telah berganti, itu akan baik-baik saja.)
Madobe ni hatte aru kimi no machi
(Kotamu terlihat dari jendela)
Soko wa dore kurai tooku ni aru no?
(Dimana, seberapa jauhkah itu?)
Nobody knows, nobody cares
They just took everything I had.
Nee odayakana egao no kimi ga iru (Ya, senyum yang lembut itu, kau berada disisiku)
Shashin no naka kakedashite yukitaina (Aku hanya ingin pergi dan berlari dengan bebas di foto itu)
Nobody knows nobody cares
I have lost everything to bombs
Nobody knows, nobody cares, don't say good bye
Nee, furisosogu yozoraga kirei dayo (Hey, melebur bersama langit malam pasti indah.)
Itsu no hika kimi ni mo misetai kara (Karna aku ingin menunjukanmu itu suatu hari)
Megasama nara kawatte iru to iina (Jika kita terbangun dan segalanya telah berubah, maka itu akan baik-baik saja)
Arasoi no owatta sekai e to (Menuju dunia dimana konflik telah berakhir)
(Udara yang panas berkilauan tetaplah sebuah mimpi)
Yami wo osorete nemuri yuku machi
(Kota yang takut pada kegelapan itu kini pergi tidur)
Chiisana yorokobi wa gareki no ue
(Kebahagiaan kecil diatas puing)
Hoshi wo miru boku wa doko de umareta
(Aku lahir disini, yang melihat bintang-bintang)
Nobody knows, nobody cares
I have lost everything to bombs
Nee azayakana yume miru sekai e to (Ya, dengan lembut memimpikan dunia)
Mezametara kawatte iru to yoi na (Jika aku terbangun dan segalanya telah berganti, itu akan baik-baik saja.)
Madobe ni hatte aru kimi no machi
(Kotamu terlihat dari jendela)
Soko wa dore kurai tooku ni aru no?
(Dimana, seberapa jauhkah itu?)
Nobody knows, nobody cares
They just took everything I had.
Nee odayakana egao no kimi ga iru (Ya, senyum yang lembut itu, kau berada disisiku)
Shashin no naka kakedashite yukitaina (Aku hanya ingin pergi dan berlari dengan bebas di foto itu)
Nobody knows nobody cares
I have lost everything to bombs
Nobody knows, nobody cares, don't say good bye
Nee, furisosogu yozoraga kirei dayo (Hey, melebur bersama langit malam pasti indah.)
Itsu no hika kimi ni mo misetai kara (Karna aku ingin menunjukanmu itu suatu hari)
Megasama nara kawatte iru to iina (Jika kita terbangun dan segalanya telah berubah, maka itu akan baik-baik saja)
Arasoi no owatta sekai e to (Menuju dunia dimana konflik telah berakhir)
Saturday, February 2, 2013
Apa Kabar?
Semuanya sudah tahu. Tak ada yang perlu diceritakan. Ini mengisahkan sebuah pesawat kertas yang sudah lama dilipat dan mengharapkan terbang. Berjalan di bawah jembatan, ia mendapatkan pemandangan yang asing. Seorang anak kecil dengan ingus di bawah lubang hidungnya berlari sambil membawa layang-layang uniknya. Dan tertawa. Sesekali ia mengecek ke sekelilingnya dan menunduk. Oh dia kenapa? Aku berlari sekuat yang kubisa.
Anak kecil itu berlari kembali. Kupandang punggungnya. Tak terlihat satu raut pun dari wajahnya. Kalian bisa bayangkan apa yang terjadi jika sebuah kertas mengejar seorang anak kecil. Namun aku tidak diciptakan "rasa lelah". Sehingga aku sepenuhnya dapat berlari tanpa batas!
Punggung itu ambruk. Kakinya bersimpu tanah. Menangis.
Dengan iba, aku berdiri 2 meter di sebelahnya. Ia mulai melihat ke arahku. Melihat-lihat kemampuan fisikku. Dia mengambil ancang-ancang mundur dan berlari sambil menerbangkanku setelahnya. Aku terbang... bersama mimpinya
Anak kecil itu berlari kembali. Kupandang punggungnya. Tak terlihat satu raut pun dari wajahnya. Kalian bisa bayangkan apa yang terjadi jika sebuah kertas mengejar seorang anak kecil. Namun aku tidak diciptakan "rasa lelah". Sehingga aku sepenuhnya dapat berlari tanpa batas!
Punggung itu ambruk. Kakinya bersimpu tanah. Menangis.
Dengan iba, aku berdiri 2 meter di sebelahnya. Ia mulai melihat ke arahku. Melihat-lihat kemampuan fisikku. Dia mengambil ancang-ancang mundur dan berlari sambil menerbangkanku setelahnya. Aku terbang... bersama mimpinya
Subscribe to:
Posts (Atom)