Mataku terpejam
Ketika terbuka, cahaya keperakan menghiasi penglihatanku
Berkali-kali aku memicingkan mata
Menangkap suasana di depannya
Kudapati aku sedang memandangi lukisan kaligrafi-kaligrafi
indah
Melingkar di atas langit-langit yang condong ke luar seolah
membentuk kubah
Di sekelilingnya berdiri tiang-tiang penopang
Aku terengah, aku berada di dalam sebuah bangunan suci
Badan ini terbangun, kedua kakiku terjulur ke depan
Badan ini tertutup kain putih nan bersih
Seluruh kujur tubuhku terbalut
Dari kepala hingga kakiku
Kulihat sekitar
Ternyata aku berada di sudut tengah bangunan ini
Ku menoleh samping kanan, kiri, dan belakang
Tak ada siapapun
Oh kecuali ketika ku melihat ke arah depan
Ada sesosok laki-laki berpakaian putih bersih
Baju koko dan celana bahan itu begitu pantas dikenakannya
Namun ia tidak mengenakan kopiah
Dari tempat dudukku terdengar sayup-sayup suaranya
Syair yang ku kenal dengan baik
Lantunan ayat Al Qur’an yang begitu indah didengar
Begitupun dengan suaranya
Hingga habis syair itu, ia pun menoleh ke arah belakang
Mata kita bertemu
Detak jantungku berdegup kencang
Wajah dan senyuman pria ini kukenal dengan baik
Di tempat indah ini…
Di tempat yang suci ini…
Kami dipertemukan
Di rumah suci Alloh
24 Juli 2013 – 01.45 a.m
Bunyi alarm membangunkanku. “Ternyata hanya mimpi,” pikirku
dengan penuh kesal. Aku bergegas mengambil air Wudlu dan segera melaksanakan
Sholat Tahajud. Ku ceritakan semuanya pada Tuhanku.
Ya Alloh…
Engkau Yang Maha Mengetahui
apa yang ada di bumi
dan apa yang ada di langit…
Aku tak kuasa menahan
rasa rindu ini.
Sungguh Engkau
ciptakan makhluk dengan sempurna
Tak keraguan bagiMu,
Ya Rabb
Ya Alloh…
Engkau Yang Maha
Pemberi Petunjuk
Bagi seluruh umat
manusia di muka bumi ini…
Bawalah hamba ke
tempat yang Engkau ridho’i
Buatlah perasaan yang
sudah Engkau beri ini menjadi sebuah petunjuk kepada hamba
Untuk kembali ke jalan
yang benar
Ya Alloh..
Engkau Yang Maha
Pengabul
Jika memang benar Kau
pertemukan kami di rumahMu itu..
Maka pertemukanlah
kami kelak di SurgaMu
Aamiin…
Semua tentang mimpi itu sungguh luar biasa. Aku dengan dia
tak pernah bertegur sapa selama 15 hari di bulan Romadhon ini. Ini semua
kuasaNya. Aku bermimpikan kami bertemu di rumahNya. Dan do’aku hanya satu…
Pertemukan kembali di SurgaNya nanti. Aamiin…
No comments:
Post a Comment