other homepage

Wednesday, July 24, 2013

Perestuankah?


Mataku terpejam
Ketika terbuka, cahaya keperakan menghiasi penglihatanku
Berkali-kali aku memicingkan mata
Menangkap suasana di depannya

Kudapati aku sedang memandangi lukisan kaligrafi-kaligrafi indah
Melingkar di atas langit-langit yang condong ke luar seolah membentuk kubah
Di sekelilingnya berdiri tiang-tiang penopang
Aku terengah, aku berada di dalam sebuah bangunan suci

Badan ini terbangun, kedua kakiku terjulur ke depan
Badan ini tertutup kain putih nan bersih
Seluruh kujur tubuhku terbalut
Dari kepala hingga kakiku

Kulihat sekitar
Ternyata aku berada di sudut tengah bangunan ini
Ku menoleh samping kanan, kiri, dan belakang
Tak ada siapapun

Oh kecuali ketika ku melihat ke arah depan
Ada sesosok laki-laki berpakaian putih bersih
Baju koko dan celana bahan itu begitu pantas dikenakannya
Namun ia tidak mengenakan kopiah

Dari tempat dudukku terdengar sayup-sayup suaranya
Syair yang ku kenal dengan baik
Lantunan ayat Al Qur’an yang begitu indah didengar
Begitupun dengan suaranya

Hingga habis syair itu, ia pun menoleh ke arah belakang
Mata kita bertemu
Detak jantungku berdegup kencang
Wajah dan senyuman pria ini kukenal dengan baik

Di tempat indah ini…
Di tempat yang suci ini…
Kami dipertemukan
Di rumah suci Alloh


24 Juli 2013 – 01.45 a.m



Bunyi alarm membangunkanku. “Ternyata hanya mimpi,” pikirku dengan penuh kesal. Aku bergegas mengambil air Wudlu dan segera melaksanakan Sholat Tahajud. Ku ceritakan semuanya pada Tuhanku.
Ya Alloh…
Engkau Yang Maha Mengetahui
apa yang ada di bumi dan apa yang ada di langit…
Aku tak kuasa menahan rasa rindu ini.
Sungguh Engkau ciptakan makhluk dengan sempurna
Tak keraguan bagiMu, Ya Rabb

Ya Alloh…
Engkau Yang Maha Pemberi Petunjuk
Bagi seluruh umat manusia di muka bumi ini…
Bawalah hamba ke tempat yang Engkau ridho’i
Buatlah perasaan yang sudah Engkau beri ini menjadi sebuah petunjuk kepada hamba
Untuk kembali ke jalan yang benar

Ya Alloh..
Engkau Yang Maha Pengabul
Jika memang benar Kau pertemukan kami di rumahMu itu..
Maka pertemukanlah kami kelak di SurgaMu

Aamiin…

Semua tentang mimpi itu sungguh luar biasa. Aku dengan dia tak pernah bertegur sapa selama 15 hari di bulan Romadhon ini. Ini semua kuasaNya. Aku bermimpikan kami bertemu di rumahNya. Dan do’aku hanya satu… Pertemukan kembali di SurgaNya nanti. Aamiin…

No comments:

Post a Comment