hai sang pujangga malam,
taklukanku dengan kata-katamu yang selalu menyihirku
sisipkanlah bait-bait yang dapat memabukanku itu
lantunkanlah dan perdengarkanlah aku pada setiap
nyanyian rembulan itu..bersamamu
Thursday, February 28, 2013
Saturday, February 16, 2013
teruntuk pujangga
biarkan semilir angin menyela di antara helaian rambutmu, bentangan awan menutupi pundakmu, tegarnya tanah menopang massa tubuhmu...dan biarkan aku menjadi jeritan hatimu selama ini
|
Wednesday, February 6, 2013
Hoshizora by L'Arc~en~Ciel (Indonesian version)
Yurameku kagerou wa yume no ato
(Udara yang panas berkilauan tetaplah sebuah mimpi)
Yami wo osorete nemuri yuku machi
(Kota yang takut pada kegelapan itu kini pergi tidur)
Chiisana yorokobi wa gareki no ue
(Kebahagiaan kecil diatas puing)
Hoshi wo miru boku wa doko de umareta
(Aku lahir disini, yang melihat bintang-bintang)
Nobody knows, nobody cares
I have lost everything to bombs
Nee azayakana yume miru sekai e to (Ya, dengan lembut memimpikan dunia)
Mezametara kawatte iru to yoi na (Jika aku terbangun dan segalanya telah berganti, itu akan baik-baik saja.)
Madobe ni hatte aru kimi no machi
(Kotamu terlihat dari jendela)
Soko wa dore kurai tooku ni aru no?
(Dimana, seberapa jauhkah itu?)
Nobody knows, nobody cares
They just took everything I had.
Nee odayakana egao no kimi ga iru (Ya, senyum yang lembut itu, kau berada disisiku)
Shashin no naka kakedashite yukitaina (Aku hanya ingin pergi dan berlari dengan bebas di foto itu)
Nobody knows nobody cares
I have lost everything to bombs
Nobody knows, nobody cares, don't say good bye
Nee, furisosogu yozoraga kirei dayo (Hey, melebur bersama langit malam pasti indah.)
Itsu no hika kimi ni mo misetai kara (Karna aku ingin menunjukanmu itu suatu hari)
Megasama nara kawatte iru to iina (Jika kita terbangun dan segalanya telah berubah, maka itu akan baik-baik saja)
Arasoi no owatta sekai e to (Menuju dunia dimana konflik telah berakhir)
(Udara yang panas berkilauan tetaplah sebuah mimpi)
Yami wo osorete nemuri yuku machi
(Kota yang takut pada kegelapan itu kini pergi tidur)
Chiisana yorokobi wa gareki no ue
(Kebahagiaan kecil diatas puing)
Hoshi wo miru boku wa doko de umareta
(Aku lahir disini, yang melihat bintang-bintang)
Nobody knows, nobody cares
I have lost everything to bombs
Nee azayakana yume miru sekai e to (Ya, dengan lembut memimpikan dunia)
Mezametara kawatte iru to yoi na (Jika aku terbangun dan segalanya telah berganti, itu akan baik-baik saja.)
Madobe ni hatte aru kimi no machi
(Kotamu terlihat dari jendela)
Soko wa dore kurai tooku ni aru no?
(Dimana, seberapa jauhkah itu?)
Nobody knows, nobody cares
They just took everything I had.
Nee odayakana egao no kimi ga iru (Ya, senyum yang lembut itu, kau berada disisiku)
Shashin no naka kakedashite yukitaina (Aku hanya ingin pergi dan berlari dengan bebas di foto itu)
Nobody knows nobody cares
I have lost everything to bombs
Nobody knows, nobody cares, don't say good bye
Nee, furisosogu yozoraga kirei dayo (Hey, melebur bersama langit malam pasti indah.)
Itsu no hika kimi ni mo misetai kara (Karna aku ingin menunjukanmu itu suatu hari)
Megasama nara kawatte iru to iina (Jika kita terbangun dan segalanya telah berubah, maka itu akan baik-baik saja)
Arasoi no owatta sekai e to (Menuju dunia dimana konflik telah berakhir)
Saturday, February 2, 2013
Apa Kabar?
Semuanya sudah tahu. Tak ada yang perlu diceritakan. Ini mengisahkan sebuah pesawat kertas yang sudah lama dilipat dan mengharapkan terbang. Berjalan di bawah jembatan, ia mendapatkan pemandangan yang asing. Seorang anak kecil dengan ingus di bawah lubang hidungnya berlari sambil membawa layang-layang uniknya. Dan tertawa. Sesekali ia mengecek ke sekelilingnya dan menunduk. Oh dia kenapa? Aku berlari sekuat yang kubisa.
Anak kecil itu berlari kembali. Kupandang punggungnya. Tak terlihat satu raut pun dari wajahnya. Kalian bisa bayangkan apa yang terjadi jika sebuah kertas mengejar seorang anak kecil. Namun aku tidak diciptakan "rasa lelah". Sehingga aku sepenuhnya dapat berlari tanpa batas!
Punggung itu ambruk. Kakinya bersimpu tanah. Menangis.
Dengan iba, aku berdiri 2 meter di sebelahnya. Ia mulai melihat ke arahku. Melihat-lihat kemampuan fisikku. Dia mengambil ancang-ancang mundur dan berlari sambil menerbangkanku setelahnya. Aku terbang... bersama mimpinya
Anak kecil itu berlari kembali. Kupandang punggungnya. Tak terlihat satu raut pun dari wajahnya. Kalian bisa bayangkan apa yang terjadi jika sebuah kertas mengejar seorang anak kecil. Namun aku tidak diciptakan "rasa lelah". Sehingga aku sepenuhnya dapat berlari tanpa batas!
Punggung itu ambruk. Kakinya bersimpu tanah. Menangis.
Dengan iba, aku berdiri 2 meter di sebelahnya. Ia mulai melihat ke arahku. Melihat-lihat kemampuan fisikku. Dia mengambil ancang-ancang mundur dan berlari sambil menerbangkanku setelahnya. Aku terbang... bersama mimpinya
Subscribe to:
Comments (Atom)