Sabtu, 11 Mei 2013
Aku sudah selesai mengistirahatkan kepala dan pikiranku. Kulihat mobil ini sedang mengambil ancang-ancang untuk parkir. Langsung saja kugaruk kepalaku yag tidak gatal."Jam berapa, teh?" tanyaku
"Udah jam 12 malem lewat."
"Mama mana?" tanyaku lagi sembari mencoba mengarahkan pandanganku
"Lagi ke toilet. Eh, laper gak?"
Oh iya benar! Aku belum makan saat tadi malam! Langsung saja ku anggukkan kepalaku.
"Yaudah beli gih makanan di situ tuh." tunjuk Kak Yoan.
"Dhani juga mauuuuu!" sahut kembaranku yang sontak bangun ketika mendengar kata "makanan". Alhasil, aku dan dia pergi mencari makanan.
Setelah dapat 2 kotak makanan dan 2 gelas minuman kami kembali ke jalan. Kami melewati jalan yang penuh tikungan, tanjakan, tikungan + tanjakan, dan mobil mobil besar seperti truck dan bus.
Lapar terkendali, aku pun melanjutkan hobby-ku (baca: tidur).
Pagi yang masih terlalu pagi, kami turun ke peristirahatan kami yang kedua. Kali ini untuk melaksanakan Sholat Subuh. Yap! Kami melanjutkan jalan selama 4,5 jam!
Dari masjid ini masih memerlukan waktu kira-kira 5 jam untuk menuju TKP. Ya.. waktu yang lumayan lama juga :|
Setelah kami melakukan ibadah, tanpa basa-basi tentunya, kami lanjuuuut lagiiiii!!
--Pukul 09.56--
Jam-jam segar abis bangun tidur. Dilihat kami masih menyusuri jalan. Tiba-tiba...
"Kruyukkk kruyuukkk~"
"Duh,, laperrr." Sahut perutku yang kemudian dikomentariku.
"Makanan tinggal snack-snack aja, ya?" kata Teteh yang mengompori perutku yang selanjutnya diancam olehnya.
Gagal sudah misi perut untuk berpesta. Raut berbeda tampak dari muka sang Kak Ochal yang terheran-heran. Namun, sayangnya itu tidak terlihat oleh semuanya. Bapak terus mengemudikan mobil yang cukup muat untuk keluarga seperti kami.
"Habis ini lewatin mana lagi, Chal?" tanya Bapak sekaligus menyudutkan pikiran-pikiran Kak Ochal.
Dengan muka pokerface khasnya, ia menoleh ke arah bangku supir dan memberi pernyataan yang sama sekali tidak mewakili pikirannya saat itu.
"Kita tersesat jauh sepertinya, Pak..."