Bisakah kita pergi ke masa lalu? Bisakah kita melampaui terbatasnya pertemuan itu? Bisakah kita bersenang-senang menyelami masa indah itu? Bisakah semua itu kita raih kembali? Akankah engkau melupakannya? Akankah engkau menertawakan kebodohanku? Akankah dirimu menyambut daku kembali? Seperti dahulu kala?
Ataukah kita akan kembali bersemi?
Merajut kasih dan belaian rasa cinta yang sudah lama terlupakan?
Rambutmu...
Hidungmu...
Punggungmu...
Tanganmu...
Bibirmu...
Setiap ucapanmu waktu itu membuatku terngiang dan merasakan betapa menakjubkannya masa lalu. Seolah tak ada hal lain yang kulakukan selain merenungkan itu semua. Ya... semua.. Aku ingat!
Sempat terdengar kabar yang tak ingin dirasakan. Namun semua rasa pahit menjalar begitu saja.
Bisa kau percaya atau tidak.. aku menyesal telah melupakanmu. Kau boleh tertawa setelah mendengarkanku. Tapi ingat, aku tak mau mengecewakan perasaanku lagi. Lagi.
Friday, June 28, 2013
Saturday, June 1, 2013
Family's trip to Pangandaran Beach and Green Canyon (10-13 Mei 2013) part 1
JUM'AT, 10 MEI 2013
Perjalanan pulang menuju Jakarta dari puncak setelah menghabiskan malam-malam bersama teman-teman aku dari Dua Belas Sosial SMA 98 Jakarta. Sangat puas, sangat lelah, dan sangat mendebarkan. Sudah sekitar setahun bersama mereka, setidaknya ada rasa kepuasan menikmati indahnya puncak saat itu. Raga ini perlu istirahat dengan fasilitas nyaman rasanya. Dag... dig.... dug.... Tak sabar daku menanti!! Ini rasanya kali pertama keluarga aku melakukan perjalanan bersama dan BERPETUALANG! Ehemm... lanjut.
Perjalanan pulang pun sangat singkat aku ceritakan. Menempuh 1 jam di jalan. Di rumah, aku mendapati Ibu aku sedang packing seuntal perlengkapannya, begitu juga dengan kembaran aku. Karena begitu sangat lelahnya, aku memutuskan untuk rehat sejenak. Namun, Ibu aku melihat ke arah aku dengan senyum sepintas lalu melanjutkan kegiatannya kembali. Membalikkan mood-ku kembali. Dan charge diri aku sendiri. Tas neosack itu kubaringkan di samping tempat tidur. Kututup kedua kelopak mata ini, mengambil napas dalam. "Fuuuuhh~" desahku.
----
Tak lama kubangkitkan tubuhku. Membongkar semua peralatan dan perlengkapan semua dari dalam tas berwarna biru-keabu abuan itu. Dirasa sudah siap, aku bergegas mencari sepiring nasi dan setumpuk lauk pauk. Ya... aku lapaaaaarrrr!!
Malam
Ayahku sampai di rumah. Lalu disusul oleh Kak Yoan. Dari antara keluargaku, cuma Kak Ochal yang pulangnya paling telat dan paling tau tempat petulang kami ini. Hingga jam 9 malam, dia pun datang. Baju dan perlengkapan juga sudah disiapkan sedari pagi olehnya. Jam 10 resmi kami berangkat dari rumah.
Seven Deadly Sins
“Seven Deadly Sins
Wealth without work
Pleasure without conscience
Science without humanity
Knowledge without character
Politics without principle
Commerce without morality
Worship without sacrifice.”
― Mahatma Gandhi
Wealth without work
Pleasure without conscience
Science without humanity
Knowledge without character
Politics without principle
Commerce without morality
Worship without sacrifice.”
― Mahatma Gandhi
your destiny
“Your beliefs become your thoughts,
Your thoughts become your words,
Your words become your actions,
Your actions become your habits,
Your habits become your values,
Your values become your destiny.”
― Mahatma Gandhi
Your thoughts become your words,
Your words become your actions,
Your actions become your habits,
Your habits become your values,
Your values become your destiny.”
― Mahatma Gandhi
Subscribe to:
Comments (Atom)